* Tentang Ayam Hutan Hijau Yang Unik : Bagian II *|my

* Tentang Ayam Hutan Hijau Yang Unik : Bagian II *
[ 16-12-2017 ]

* Tentang Ayam Hutan Hijau Yang Unik : Bagian II *

Ayam Hutan Hijau Yang Indah Dan Memiliki Suara Yang Mempesona

Sabung Ayam - Sosok dari ayam hutan hijau pejantan apabila diamati dari jenggernya hingga sampai ke ekor akan penuh dengan berbagai warna yang indah. Jenggernya tidak berigi serta berwarna unik, campuran warna biru muda, merah serta ungu. Dengan bintik-bintik kuning pada bagian sayapnya, warna bulunya sendiri cenderung hijau terang. Akan menimbul warna warni seperi pelangi apabila terkena cahaya sinar matahari.

Sebaliknya, sosok dari ayam hutan hijau betina tidaklah semenarik pada ayam hutan hijau pejantan. Warna bulunya coklat bersama bintik-bintik kuning alias biasa saja dibagian kepala hingga lehernya. Meski video sabung ayam demikian, untuk kelanjutan generasinya ayam hutan hijau betina tersebut juga diperlukan. Apabila dibandingkan dengan ayam kampung, ukuran tubuhnya termasuk kecil. Ayam pejantan berukuran sekitar 30 cm serta ayam betinanya berukuran 25 cm.

Menurut dari sebuah penelitian, sifat ayam judi sabung ayam tersebut mencari makan serta bertelur di ''bawah" yang adalah merupakan peralihan dari sifat burung ke ayam yang tidur di pohon. Selain dari itu sifatnya lebih sulit dijinakkan serta sangat liar. Ia akan kembali liar apabila dipindahkan ke kandang yang baru dengan lingkungan yang baru juga walaupun telah lama ditangkarkan. Dan apabila diganggu ia akan stres dan pada akhirnya akan mati. Uniknya, suara dari ayam hutan hijau sangat mempesona sekali. Frekuensi suaranya beramplitudo tinggi serta rapat. Supaya didapatkan ayam bekisar yang bersuara bagus, ayam pejantan hutan hijau tersebut sangat banyak dicari dikarenakan suara uniknya untuk kemudian akan dikawinkan dengan ayam kampung betina.


Baca Juga : Tentang Ayam Hutan Hijau Yang Unik : Bagian I


Dibandingkan dengan ayam kampung, ayam sabung ayam online tersebut ternyata lebih produktif lagi. Tidak kurang dari sebanyak 40 butir semusim dapat dihasilkan oleh ayam betinanya, sementara pada ayam kampung betinya hanya dapat memproduksi sebanyak 12 hingga 18 butir telur dalam semusim. Tetapi dengan syarat, terdapat sekelompok kecil populasi atau sepasang ayam yang hidup dalam lingkungan yang disukainya, hanya sedikit musuh alami saja serta pakan yang cukup. Ayam tersebut akan meletakkan telurnya dibawah naungan semak ataupun dalam sarang diatas tanah pada habitat aslinya. Tetapi, tidak selalu terjadi setiap tahun musim bersarangnya, biasanya antar bulan Juni hingga November. Umumnya terdapat 6 hingga 10 butir telur disarangnya. Ukurang telurnya sekitar 44,5 mm x 34,5 mm. Sesudah 21 hari, maka telur yang berwarna putih kekuningan polos tersebut akan menentas. Anak ayam hutan tersebut harus dilindungi dikarenakan cukup rentan serta mudah terinfeksi oleh bibit penyakit.